Showing posts with label OS. Show all posts
Showing posts with label OS. Show all posts

Wednesday, October 28, 2009

Opic

Membandingkan Windows 7, Vista, dan XP

Windows adalah sistem operasi yang sangat popular saat ini. Dengan keluarnya Windows 7 yang tidak lama lagi, telah banyak orang yang melakukan perbandingan antara ketiga sistem operasi ini. Ini adalah hasil perbandingan yang dilakukan dengan spesifikasi sistem sebagai berikut:
CPU: Intel Q9650 (3GHz)
RAM: 8 GB OCZ Fatality PC2-6400
Motherboard: EVGA NF-680i
Video Card: Sparkle Nvidia GTX260 (896 MB RAM)-monitor utama 22” dengan resolusi 1680×1050
Video Card2: EVGA 8600GTS (untuk PhysX)
Video Card2: ECS Nvidia GTS250-Dual 20” dengan resolusi 1680v1050
Dan dengan sistem operasi berikut:
Windows Vista Ultimate 64bit
Windows 7 Ultimate 64bit
Windows XP 32bit
1. Tes melalui Crystalmark 2004 R3
Crystalmark digunakan untuk menguji smua aspek dari sistem dan juga memberikan nilai atau skor total untuk sistem yang dapat dibandingkan dengan yang sistem yang lain. Semakin tinggi skornya semakin baik.


Seperti yang terlihat, XP mencetak skor lebih baik, tapi mengapa? Inilah hasil uji coba secara individual dengan skornya masing-masing:











Di pengujian OpenGL dan CPU Intensive, kita dapat merlihat bahwa Windows XP menangani bagian itu lebih baik daripada kedua OS lainnya. Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa ada suatu masalah dengan OpenGL pada Vista, dan seharusnya masalah itu diperbaiki, tapi sepertinya masih ada sedikit masalah dengan Vista dan 7 pada OpenGL support-nya.
2. Tes melalui Super Pi Mod v1.5 XS
Software ini digunakan untuk menghitung waktu yang diperlukan sistem untuk menghitung Pi ke 32 juta tempat. Semakin kecil skor waktunya, semakin baik.

Secara mengejutkan, Windows 7 mempunyai waktu terbaik untuk menyelesaikan kalkulasinya, dengan 15 detik lebih cepat dari XP dan hamper 0.02 detik lebih cepat dari Vista.
3. Tes melalui konversi video
Tes selanjutnya adalah tes Video Convertion. Sebuah file video berekstensi .AVI telah dipakai dan dikonversi menjadi file berformat .WMV. Untuk tes ini, digunakan software WinX Video Converter dan pengaturannya tidak ada yang dirubah (default),. Video yang digunakan berukuran 1.10 GB dengan panjang 1 jam 36 menit dan 24 detik.





Semakin kecil waktu yang digunakan, semakin bagus.










Windows XP mempunyai performance video konversi terbaik dengan 6 detik lebih cepat dari Windows 7 dan 21 detik lebih cepat dari Vista. Semuanya melakukan konversi dengan baik dan hasil videonya pun sangat baik.
4. Tes melalui 3D Mark 06
3D Mark adalah software yang digunakan untuk menguji kemampuan komputer membuat lingkungan 3 dimensi. Semakin besar skornya, semakin baik.










Windows XP mendapatkan skor tertinggi dibandingkan dengan kedua OS lainnya dengan jauh. Dan dapat kita lihat bahwa Vista mempunyai performance terburuk dengan 7 pada posisi kedua. Sejauh ini, XP memenangkan tiga dari empat tes diatas.
5. Tes melalui Cinebench
Cinebench adalah software yang melakukan beberapa tes pada komputer untuk mengukur performance dari prosesor inti dan graphic card dengan sirkumstansi real-world. Semakin tinggi skornya, semakn baik.










Disini terlihat lagi bahwa XP memimpin pada bagian pengujian OpenGL, tetapi XP jatuh dibawah Windows 7, tetapi tidak terlalu jauh, pada kedua pengujian lainnya. Vista terlihat tidak terlalu baik dalam ini.
6. Tes melalui SiSoft Sandra 2009 SP4
Sandra merupakan software yang dapat mem-benchmark (menilai) komputer secara keseluruhan, terdapat beberapa tes dalam software ini.
6.1. Processor Cache and Memory
Mem-benchmark cache dan akses memori (kecepatan transfer) dari prosesor. Untuk Cache/Memory Bandwith, semakin tinggi skornya, semakin baik. Untuk Speed Factor, semakin kecil hasilnya, semakin baik.










Hasilnya bercampur baur pada tes ini sehingga tidak ada pemenang pada tes ini. Windows XP sepertinya unggul tetapi hasilnya tidak begitu jauh dengan kedua OS lainnya.
6.2. CPU Arithmetic
Mem-benchmark ALU dan FPU unit dari prosesor. Menunjukkan bagaimana prosesor komputer menangani instruksi arithmetic dan floating dengan membandingkannya dengan prosesor lainnya. Untuk Aggregate Arithmetic Performance, Dhrystone, dan Whetstone, semakin tinggi hasilnya, semakin baik.










Bisa kita lihat bahwa Vista tertinggal pada dua tes dengan perbedaan yang sangat kecil, sepertinya XP menangani tesnya dengan sedikit lebih baik dengan hasil performance yang lebih bulat.
6.3. Processor Multimedia
Mem-benchmark unit-unit (W)MMX(2), SSE(2/3/4), dan AVX dari prosesor. Menunjukkan bagaimana prosesor menangani instruksi dan data multi-media dengan perbandingan dengan prosesor lainnya. Untuk Aggregate Multi-Media Performance, Multi-Media Integer, Multi-Media Single, dan Double Float, semakin tinggi hasilnya, semakin baik.










Secara jelas untuk Multi-Media, Windows 7 unggul dibandingkan dengan kedua OS lainnya dengan XP pada posisi terakhir.
6.4. Graphics (GPGPU) Bandwith
Mem-benchmark bandwidth dari memori dari prosesor grafik (GPGPU) dan bandwidth dari bus yang menyambungkannya pada komputer. Untuk Aggregate Memory Performance, Internal Memory Bandwith, dan Data Transfer Bandwith, semakin tinggi hasilnya, semakin baik.










Performance yang sangat mirip pada semua OS, sangat dekat hasilnya sampai-sampai perbedaannya takkan terasa pada dunia nyata. Jadi cukup aman untuk dikatakan bahwa OS-OS tersebut menanganinya dengan baik pada uiji coba ini.
6.5. Memory Bandwith
Mem-benchmark memori bandwith dari komputer. Aggregate Memory Performance, Integer Memory Bandwidth, Float Memory Bandwidth, semakin tinggi hasilnya, semakin baik.










Dan lagi terlihat bahwa Windows XP pilihan yang jelas dan seimbang, tetapi hasil-hasilnya memang tidak begitu berbeda.
6.6. Memory Latency
Mem-benchmark latency (waktu merespon) dari cache dan memory prosesor. Untuk Memory Latency dan Speed Factor, semakin kecil hasilnya, semakin baik.










Dapat terlihat bahwa Windows 7 dan XP hampir sama, hampir tidak terlihat perbedaan diantara mereka, setidaknya tidak akan terasa. Sedangkan Vista tidak terlalu baik pada uji coba ini.
6.7. Multi-Core Efficiency
Mem-benchmark ke-efisienan dari prosesor. Untuk Bandwith, semakin tinggi hasilnya semakin baik, sedangakan untuk Latency, semakin kecil hasilnya, semakin baik.









Windows 7 memenangkannya pada uji coba ini, tetapi dengan hasil yang tidak begitu jauh. Anehnya, terlihat bahwa Vista mempunyai latency yang lebih rendah dibandingkan dengan kedua OS lainnya. Tetapi kita membicarakan tentang nanosecond (nanodetik) di sini jadi tidak ada terlalu banyak perbedaan.
Dengan semua hasil ini, sepertinya Windows XP masih merupakan pilihan terbaik untuk sebuah OS. Memang yang mempunyai tampilan (User Interface) yang bagus dan menarik, tapi dalam hal performance, XP merupakan OS yang cukup baik. Ya mungkin Vista dan 7 mempunyai DirectX 10, tapi seberapa banyak perbedaan yang akan dibuat? Vista dan 7 mempunyai Aero, tapi lagi hanya untuk membuat tampilan lebih menarik, yang merupakan tweak yang bagus dan peningkatan untuk pemakaian tetapi dalam hal performance itu tidak melakukan apapun yang banyak kecuali menjadi penghalang bagi performance.
Written by RANGGA ADITHYA PRADIPTHA
Read More

Tuesday, September 25, 2007

Opic

PERBANDINGAN FILE MANAGEMENT DI LINUX DAN WINDOWS

Apa perbedaan manajemen berkas (file) antara Linux dengan Windows? Saya coba menuliskannya sekilas.
Terlebih dahulu kita lihat apa yang ada di Windows. Jalankan Windows XP. Lalu kita buka program file management yang bernama Windows Explorer. Perhatikan kolom bagian kiri. Secara default (keadaan semula) terdapat struktur penataan data-data dalam bentuk folder kuning, simbol layar komputer, dan tong sampah. Coba perhatikan nama-namanya. Paling atas adalah “Desktop” bersimbol papan biru, ada “anaknya” (dibawahnya) empat jenis manajemen file yaitu “My Documents” bersimbol folder kuning, “My Computer” bersimbol monitor, “My Network Places” bersimbol monitor dan globe, dan “Recycle Bin” bersimbol tong sampah.

Saya jelaskan satu-persatu. “Desktop” adalah nama layar utama komputer kita. Lalu “My Documents” adalah tempat kita menyimpan data atau file-file pribadi, serta berbagai konfigurasi layar pribadi kita. Perlu diketahui, dalam Windows XP yang bisa memuat banyak user, diperlukan setting yang berbeda-beda pada masing-masing user. Itu pula yang menyebabkan isi “My Documents” dari setiap pengguna berbeda-beda, walaupun dalam komputer yang sama. Yang berikutnya “My Computer”, isinya bermacam-macam tempat penyimpanan semisal disket, harddisk, dan CD-drive. “My Network Places” berisi file-file milik komputer lain yang bisa kita akses melalui jaringan. Sedangkan “Recycle Bin” isinya data-data atau file-file tidak terpakai (telah dihapus) yang bisa didaur ulang.

Sayangnya gambar penataan yang kita lihat di Windows Explorer ini dapat membuat kita bingung untuk mempelajari struktur penataan file yang sebenarnya. Mungkin karena pihak pembuat Windows ingin mempermudah konsumen untuk pemakaian fitur-fiturnya.
Karena “Desktop” berada di struktur tertinggi, mungkin kita mengira bahwa “Desktop” adalah pusat semua pengendalian sistem. Padahal pusat sistem yang sebenarnya adalah di drive [C:]. Di Windows Explorer ditulis dengan label “Local Disk (C:)” atau “nama_buatan_anda (C:)”. Jadi hirarki yang tertinggi seharusnya bukan “Desktop”, melainkan drive [C:]. Drive [C:] ini adalah tempat system pertama kali di-install dan sebagai pusat sistem operasi. Juga sebagai tempat penginstalasian program-program aplikasi jika memilih opsi default.
My Documents yang terlihat di bawah “Desktop” sebetulnya bertempat di bawah drive [C:]. Coba kita buka struktur My Computer > Local Drive (C:) > Documents and Settings > “nama user kita” > My Documents. Isinya sama dengan My Documents yang di atas kan?!


Bagi Anda yang pernah belajar sistem operasi DOS, maka hal ini akan mudah Anda pahami. Sebab penataan data di dalamnya hanya terdiri dari drive [A:], [B:], [C:], [D:], dan seterusnya.
Nah, kita pahami saja drive [C:] terlebih dahulu. Insya Allah kita akan lebih mudah memahami struktur file yang ada di Linux.
Drive [C:] berisi direktori-direktori (folder-folder) penting, tiga di antaranya: “Documents and Settings”, “Program Files”, dan “WINDOWS”.

==========================================================

Drive[A:]
Drive[C:]

———>Documents and Settings —–> {file2 setting dan data pribadi users, termasuk administrator}
———>Program Files —–> {file2 program tambahan yang telah diinstalasi}
———>WINDOWS —–> {file2 program dasar bawaan Windows)

Drive[D:]
Drive[E:]

===========================================================

Walaupun perangkat-perangkat penyimpanan data (storage devices) dikendalikan dari [C:], tetapi pembuatnya (Microsoft)menuliskannya sejajar dengan [C:], tidak di bawahnya. Contohnya drive [A:] untuk disket, drive [D:] untuk harddisk partisi/bagian kedua, drive [E:] untuk CD-drive, dan drive [F:] untuk flashdisk.
(Catatan: Untuk huruf pada CD-drive dan flashdisk bisa berbeda-beda tergantung pada hardware komputer Anda.)

Secara manual, penulisan directori di Windows menggunakan backslash (\). Contohnya apabila kita akan menuliskan direktori Samosir di bawah Documents and Settings, maka penulisannya adalah: C:\Documents and Settings\Samosir\

Di Linux, struktur penataan file-nya berbeda dengan Windows. Struktur tertinggi di Linux adalah “root-directory” yang disimbolkan dengan slash [/], bukan drive [C:\]. Di bawah “root-directory” terdapat direktori-direktori penting, empat di antaranya:
home/, root/, usr/, dan media/.

==============================================================

[/]

—-> home/ ———> {file2 setting dan data pribadi para pengguna (users)}
—-> root/ ———-> {file2 setting dan data pribadi “root-user” (administrator)}*
—-> usr/ ———-> {file2 program aplikasi}
—-> media/ ———-> {file2 akses dari alat penyimpanan (storage devices)}**

==============================================================

*(Catatan: ada beberapa distribusi GNU/Linux yang memasukkan direktori user root/ ke bawah direktori home/)
**(Untuk distribusi GNU/Linux yang tidak mengaktifkan storage device secara otomatis, direktori yang sering dipakai adalah mnt/)

HATI-HATI!
Penyebutan “root-directory” berbeda dengan “root” saja. “Root-directory” adalah direktori tertinggi dari sistem komputer. Sedangkan “root” artinya user bernama “root” yang di Windows sering disebut “administrator”.

Perhatikan, direktori tempat mengakses storage devices tidak ditempatkan sejajar dengan “root-directory”[/], tetapi di bawahnya. Kedudukannya dibuat menjadi “anaknya root-directory”, bukan “saudaranya”. Berbeda dengan Windows yang “root-directory”-nya sejajar/setara dengan storage devices. Seolah-olah jabatan [A:\], [D:\], dan [E:\] setara dengan [C:\]

Penulisan direktori-direktori Linux secara manual juga berbeda dengan Windows. Ketika saya ingin menuliskan direktori Samosir di bawah home/ maka saya harus menuliskannya dengan: /home/Samosir/
Garis miring (slash) yang pertama adalah “root-directory”. Garis miring yang kedua mengikuti penulisan direktori home/. Dan garis miring yang terakhir mengikuti penulisan direktori Samosir/. Garis miring di belakang suatu teks selalu menandakan bahwa teks itu adalah nama direktori.

Sebetulnya ada banyak direktori penting di bawah “root-directory” [/], saya hanya menyebutkan empat saja agar memudahkan perbandingan terhadap Windows.

Ubuntu dan keluarganya (termasuk Edubuntu yang saya pakai) adalah distribusi GNU/Linux yang memakai Nautilus sebagai program manajemen file-nya. Tetapi bila kita baca pada nama jendelanya dituliskan sebagai “File Browser”. Di situ terdapat penataan file yang dibuat seperti Windows Explorer. Perhatikan gambar screenshot di bawah ini. Saya menge-klik kolom kiri kepada teks direktori “File System” sehingga berwarna jingga. Lalu perhatikan pada judul jendela yang berwarna merah. Di situ otomatis menampilkan judul: “/ - File Browser”. Itu artinya “File Browser” sedang menampilkan “root-directory” alias slash (/).



Di program manajemen file ini tidak menampilkan struktur direktori “Desktop” seperti yang ada di Windows Explorer. Direktori “File System” (/) bisa diumpamakan drive [C:] di Windows Explorer. Direktori “Home Folder” dapat diserupakan dengan “My Documents”. Sedangkan direktori bernama “1PRIMARY…”, “7DATA…”, “DATA…”, dan “NT”, mereka bisa diserupakan dengan storage device di Windows Explorer seperti [A:], [D:], [E:] dan sebagainya. Kenapa kok storage device-nya namanya aneh-aneh? Ah, itu kan nama buatan saya. Aslinya bukan itu. Kalo gak salah (lupa2 ingat), aslinya “linux1”, “linux2”, “windows1”, dan “windows2”. Bukan “1PRIMARY…”, “7DATA…”, bla bla bla… :)

Demikian sekilas perbedaan manajemen file antara sistem Linux dengan Windows. Mudah-mudahan bermanfaat.
Read More